MAKALAH
ASPEK, FUNGSI DAN FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM
MANAJEMEN PENGELOLAAN KELAS
DOSEN PENGAMPUH :
Evi Zulianah, S.Hum., M.Pd
Disusun Oleh :
Aiza Kamila ( 012010121 )
Evikhatul Arikha ( 012010124 )
M Dzulham Yusuf ( 012010130 )
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 2022
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat hidayah dan inaya-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah dengan judul ASPEK, FUNGSI DAN FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM MANAJEMEN PENGELOLAAN KELAS.
Terlepas dari semua itu kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi penyusunan kalimat maupun tata bahasanya karena itu, kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki penulisan makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga penulisan makalah ini dapat memberikan pengertian serta pemahaman bagi pembaca.Terima kasih.
Lamongan, 28 februari 2022
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................................ 1
1.3 Tujuan ............................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Aspek Dalam Manajemen Pengelolaan Kelas ................................................................. 2
2.2 Fungsi Manajemen Pengelolaan Kelas ............................................................................ 4
2.3 Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Pengelolaan Kelas ......................................... 5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................................................................11
3.2 Saran.............................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................11
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Penerapan
manajemen kelas bukanlah hal yang mudah dan ringan. Maka dari itu sangat
dituntut kepada setiap tenaga pengajar agar dapat meningkatkan pemahaman dan
kecakapan mereka dalam mengelola kelas guna memudahkan pencapaian tujuan
pengajaran.
John. D Millet
dalam Pengantar Manajemen karangan dari H.B. Siswanto membatasi manajemen
adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang
diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan. Sedangkan James
A.F Stoner dan Charles Wankel memberikan batasan manajemen adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota
organisasi dan penggunaan seluruh sumber daya organisasi lainnya demi
terwujudnya tujuan organisai.[1]
Sangat perlu
dipahami bahwa setiap kelompok atau kelas dalam bentuk yang besar, maka secara
mutlak terkumpul berbagai karakteristik siswa yang beragam dan bervariasi.
Kevariasian yang dimiliki melahirkan perilaku yang bervariasi pula, dengan
demikian akan menimbulkan berbagai macam masalah. Dengan keanekaragaman masalah
siswa sangat berpengaruh dalam menerapkan manajemen
1.2 Rumusan masalah
1.
Apa saja aspek-aspek dalam manajemen pengelolaan kelas?
2.
Apa fungsi dari manajemen pengelolaan kelas?
3.
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen
pengelolaan kelas?
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui segala macam aspek dalam manajemen
pengelolaan kelas
2.
Untuk Memahami apa saja fungsi dari manajemen
pengelolaan kelas
3.
Untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi
manajemen pengelolaan kelas
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Aspek Dalam Manajemen Pengelolaan Kelas
Manajemen kelas
harus dilakukan oleh guru guna memberikan dukungan terhadap keberhasilan
belajar anak. Keberhasilan dalam pembelajaran akan ditentukan oleh seberapa
mampu guru dalam memfasilitasi anak dengan kegiatan manajerial terhadap kelas
keberhasilan dalam memanage kelas yang dilakukan guru harus melihat beberapa
aspek dalam kelas. Aspekaspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas
yang baik adalah meliputi sifat kelas, pendorong kekuatan kelas karena situasi
kelas, tindakan efektif dan kreatif.
Sebagai sebuah
kegiatan, manajemen kelas yang harus dilaku oleh guru terutama untuk tingkat
SD, aspek-aspek yang diperhatikan dan dikembangkan adalah sebagai berikut:
a.
Mengecek kehadiran
b.
Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan
menilai hasil pekerjaan
c.
Pendistribusian alat dan bahan
d.
Mengumpulkan informasi dari siswa
e.
Mencatat data
f.
Pemeliharaan arsip
g.
Menyampaikan materi pelajaran
h.
Memberikan tugas[2]
Menurut Lois V. Johnson dan May
Bany mengemukakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas
adalah:
a.
Sifat-sifat kelas
b.
kekuatan pendorong kekuatan kelas
c.
Memahami situasi kelas
d.
Mendiagnosis situasi kelas
e.
Bertindak selektif
f.
Bertindak kreatif
g.
Untuk memperbaiki[3]
2.2 Fungsi Manajemen Kelas
Fungsi manajemen
kelas sebenarnya merupakan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang diaplikasikan
di dalam kelas oleh guru untuk mendukung tujuan pembelajaran yang hendak
dicapinya. unukt pelaksanaannya fungsi-fungsi manajemen tersebut harus disesua
dengan dasar filosofis dan pendidikan (belajar, mengajar) di dalam ke
Fungsi-fungsi manajerial yang harus dilakukan oleh guru itu meliputi; mendukung
tujuan pembelajaran yang hendak dicapinya. Dalam pelaksanaannya fungsi-fungsi
manajemen tersebut harus disesua dengan dasar filosofis dan pendidikan
(belajar, mengajar) di dalam ke Fungsi-fungsi manajerial yang harus dilakukan
oleh guru itu meliputi;
a.
Merencanakan
Merencanakan adalah membuat suatu
target-target yang akan dicapai atau diraih di masa depan. Dalam organisasi
merencanakan adalah suatu proses memikirkan dan menetapkan secara matang aran
tujuan dan tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan metode/teknik
yang tepat.
b.
Mengorganisikan
Mengorganisasikan berarti: (1)
menentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
organisasi, (2) merancang dan mengembangkan kelompok kerja yang berisi orang
yang mampu membawa organisasi pada tujuan, (3) menugaskan seseorang atau
kelompok orang dalam suatu tanggung jawab tugas dan fungsi tertentu, (4)
mendelegasikan wewenang kepada individu yang berhubungan dengan keleluwasaan
melaksanakan tugas. Dengan rincian tersebut, manajer membuat suatu struktur
formal yang dapat dengan mudah dipahami orang dan menggambarkan suatu posisi
dan fungsi seseorang di dalam pekerjaannya.
c.
Memimpin
Seorang pemimpin dalam melaksanakan amanatnya apabila ingin dipercaya dan diikuti harus memiliki sifat kepemimpinan yang senantiasa dapat menjadi pengarah yang didengar ide dan pemikirannya oleh para anggota organaisasi. Hal ini tidak semata-mata mereka cerdas membuat keputusan tetapi dibarengi dengan memiliki kepribadian yang dapat dijadikan suri tauladan.
d.
Mengendalikan
Pengendalian
adalah proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan
aktivitas yang direncanakan. Proses pengendalian dapat melibatkan beberapa
elemen yaitu; (1) menetapkan standar kinerja, (2) mengukur kinerja, (3)
membandingkan unjuk kerja dengan standar yang telah ditetapkan, (4) mengambil
tindakan korektif saat terdeteksi penyimpangan [4].
2.3 Faktor yang mempengaruhi Manajemen pengelolaan kelas
Secara umum
faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu,
faktor intern dan faktor ekstern siswa.[5]Faktor
intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku.
Kepribadian siswa dengan ciri-ciri khasnya masingmasing menyebabkan siswa
berbeda dari siswa lainnya secara individual. Perbedaan secara individual ini
dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan
biologis,intelektual,danpsikologis.Faktor ekstern siswa terkait dengan masalah
suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah
siswa, dan sebagainya. Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika
Sehubungan
dengan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa, adapula faktor yang
mempengaruhi dalam manajemen suatu kelas. Berhasilnya manajemen kelas dalam
memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai,
banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut melekat pada
kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik
(sosio-emosional) yang melekat pada guru. Untuk mewujudkan pengelolaan kelas
yang baik, dan beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain :[6]
1. Faktor
Kurikulum
Kurikulum
kaitannya dengan pengelolaan kelas seperti pengertian diatas haruslah dirancang
sebagai jumlah pengalaman edukatif yang menjadi tanggung jawab sekolah dalam
membantu anak-anak mencapai tujuan pendidikannya, yang
diselenggarakan secara berencana
dan terarah serta terorganisir, karena kegiatan kelas bukan sekedar dipusatkan
pada penyampaian sejumlah materi pelajaran atau pengetahuan yang bersifat
intelektualistik, akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi,
baik sebagai makhluk individual dan makhluk sosial maupun sebagai makhluk yang
bermoral. Pada sekolah dasar dirancangkan untuk memungkinkan diselenggarakannya
kegiatan kelas dalam memenuhi kebutuhan melakukan eksplorasi dan eksperimentasi
guna memberikan pengalaman intelektual dan sosial yang terpadu dalam rangka
realisasi diri. Oleh karena itu disamping aspek materi pengetahuan diperlukan
program kelas untuk memenuhi perbedaan minat bakat dan kemampuan murid. Program
tersebut dapat dilakukan melalui aspek-aspek kependidikan dibidang kesenian
termasuk kesejahteraan keluarga, teknik, olahraga, kepramukaan dan kesehatan
pada kelas-kelas terakhir. sekolah menengah tingkat atas programnya harus
dirancangkan untuk membantu anak-anak mewujudkan diri dalam memasuki masyarakat
sebagai orang dewasa. Program itu antara lain harus diarahkan untuk memberikan
keterampilan tertentu guna memasuki lapangan kerja tingkat menengah atas
disamping program untuk mempersiapkan para remaja agar menjadi warga Negara
yang memahami dan mampu menjalankan hak dan kewajibannya.[7]
2. Faktor
Gedung dan Sarana Kelas
Perencanaan dalam membangun sebuah
gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan,
letak dan dekorasinya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang
dipergunakan. Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah. Sedang ruangan
atau gedung bersifat permanen, maka diperlukan kreativitas dalam mengatur
pendayagunaan ruang /gedung yang tersedia berdasarkan kurikulum yang
dipergunakan. Dalam konteks ini kepandaian guru dalam pengelolaan kelas sangat
dibutuhkan. Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap
hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat
minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai
pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang
dimaksud meliputi:
a. Ruangan
tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
b. Pengaturan
tempat duduk
c. Ventilasi
dan pengaturan cahaya
d. Pengaturan
penyimpanan barang-barang
3. Faktor
Guru
Hadari Nawawi
sebagaimana dikutip oleh mudasir,menyatakan bahwa guru adalah orang yang
bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang bertanggung jawab dalam
membantu anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing. Guru dalam pengertian
tersebut bukan sekedar berdiri didepan kelas untuk menyampaikan materi atau
pengetahuan tertentu, akan tetapi dalam keanggotaan masyarakat yang harus aktif
dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya
untuk menjadi anggota masyarakat sebagai orang dewasa. Guru juga harus bisa
juga menciptakan suasana dalam kelas agar terjadi interaksi belajar mengajar
yang dapat memotivasi sesuai untuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh.8
4. Faktor
Siswa
Murid sebagai unsur kelas memiliki perasaan kebersamaan
(Sense Of kolektive) merupakan kondisi yang sangat penting artinyabagi
terciptanya kelas yang dinamis. Oleh karena setiap murid harus memiliki
perasaan diterima (Sense of membershif) terhadap kelasnya agar mampu ikut serta
dalam kegiatan kelas. Perasaan inilah yang akan menumbuhkan rasa tanggung jawab
(Sense of respsibility) terhadap
kelasnya. Sikap ini akan tumbuh dengan baik apabila dilakukan tindakan-tindakan
pengelolaan kelas sebagai berikut :
a.
Setiap murid dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan
kegiatan kelas, guru hanya sekedar memberi petunjuk dan bimbingan agar program
atau kegiatannya sejalan dengan kurikulum.
b.
Murid diberi kesempatan dalam pembagian tugas-tugas
untuk kepentingan kelas.
8 Ibid..,
c.
Bila guru atau wali kelas berhalangan, bagi dan
serahkanlah kepercayaan berupa tanggung jawab mengatur dandisiplin kelas
diantara murid.
d.
Motivasi agar setiap murid selalu bersedia mengatur
kelasnya melalui kegiatan rutin, misalnya membersihkan kelas, papan tulis dan
lain-lain.
e.
Kembangkanlah kesediaan bekerjasama dalam setiap
kegiatan.
f.
Susunlah bersama murid tata tertib dan disiplin kelas
serta bentuklah pengurus kelas yang bekerja selama 1 tahun ajaran.
g.
Doronglah agar murid secara terus menerus ikut memikirkan
kegiatan kelas dan berani mengusulkannya untuk dilaksanakan bersama didalam
atau diluar kelas.
5. Faktor
Dinamika Kelas
Kelas adalah
kelompok sosial yang dinamis yang harus dipergunakan oleh setiap guru kelas
untuk kepentingan murid dalam proses kependidikannya. Dinamika kelas pada
dasarnya berarti kondisi kelas yang diliputi dorongan untuk aktif secara
terarah yang dikembangkan melalui kreativitas dan inisiatif murid sebagai suatu
kelompok. Untuk itu setiap wali atau guru kelas harus berusaha menyalurkan
berbagai saran, pendapat, gagasan, keterampilan, potensi dan energi yang
dimiliki murid menjadi kegiatan-kegiatan yang berguna.
Indikator dari sebuah kelas yang
tertib adalah sebagai berikut:
a.
Setiap siswa terus bekerja, tidak macet artinya tidak
ada anak yang terhenti karena tidak tahu ada tugas yang harusdilakukan atau
tidak dapat melakukan tugas yang diberikan padanya.
b.
Setiap siswa terus melakukan pekerjaan tanpa membuang
waktu artinya setiap siswa akan bekerja secepatnya supaya lekas menyelesaikan
tugas yang diberikan padanya.
6. Faktor
Lingkungan
Tingkah laku
peserta didik di dalam kelas merupakan pencerminan keadaan keluarganya. Sikap
otoriter orang tua akan tercermin dari tingkah laku peserta didik yang agresif
dan apatis. Problem klasik yang dihadapi guru memang banyak berasal dari
lingkungan keluarga. Kebiasaan yang kurang baik di lingkungan keluarga seperti
tidak tertib, tidak patuh pada disiplin, kebebasan yang berlebihan atau terlampau
terkekang merupakan latar belakang yang menyebabkan peserta didik melanggar di
kelas.Dalam hal lingkungan sekitar, maka yang dimaksud sendiri adalah
masyarakat kelas yang ada di sekitar kelas, yaitu kelas sebelah yang harus
selalu dierhatikan agar selalu kondusif, karena kalau kelas sebelah ribut, maka
akan mengganggu konsentrasi kelas yang dibimbing oleh seorang guru.
7. Komponen-Komponen
Pembelajaran
Ada 5 komponen dalam belajar, dibawah
ini akan diuraikan satu persatu:
a. Tujuan
Tujuan
adalah target hasil yang ingin dicapai. Seseorang atau sebuah lembaga ataupun
juga suatu organisasi yang mempunyai perencanaan kedepan pasti mempunyai
sebuahtarget atau tujuan yang akan dicapai. Karena adanya rencana diakibatkan
karena adanya tujuan yang ingin dicapai. Begitupun dengan pembelajaran di
sekolah mempunyai tujuan tersendiri. Tujuan dalam belajar bersifat normatif,
artinya tujuan belajar berpusat pada perubahan perilaku siswa sesuai dengan
tujuan yang diinginkan.
b. Materi
Materi ialah
bahan yang akan diajarkan atau disampaikan kepada audien. Materi pelajaran yang
diterima siswa harus mampu merespon dan mengantisipasi setiap perkembangan yang
akan terjadi dimasa depan. Artinya materi yang diajarkan bisa bermanfaat bagi
kelangsungan siswa dimasa depan. Sudjana menjelaskan ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran, diantaranya:
1) Materi
pelajaran harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan.
2) Materi
pelajaran yang ditulis dalam perencanaan hanya secara garis besarnya saja.
3) Menetapkan
materi harus sesuai dengan urutan tujuan.
4) Urutan
materi hendaknya memperhatikan kesinambungan.
5) Materi
disusun dari yang sederhana menuju yang kompleks.
6) Sifat
materi pelajaran ada yang faktual ada yang konseptual.
Strategi
Strategi bisa diartikan sebagai cara, siasat atau metode yang akan dilakukan
untuk mencapai tujuan. Metode dalam pengajaran hendaklah bervariasi sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran tidak
monoton dan menjenuhkan.Tujuan dan materi yang baik belum tentu memberikan
hasil yang baik tanpa memilih dan
menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran.
c. Media
Media adalah
apa-apa yang digunakan atau fasilitas lainnya yang mendukung dalam mencapai
tujuan. Dwyer mengatakan: “belajar yang sempurna hanya dapat tercapai jika
menggunakan bahan-bahan audio-visual yang mendekati realitas.”
d. Sumber
Pelajaran
Dimaksud sumber-sumber
bahan dan belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat
dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang
e. Evaluasi
Evaluasi
adalah kegiatan mengoreksi, mengumpulkan informasi mengenai hasil kegiatan belajar
yang telah dilaksanakan guna mengetahui sampai sejauh mana tingkat pencapaian
tujuan yang telah ditetapkan.[8]
BAB III
PENUTUP
3.1 kesimpulan
Aspek-aspek yang
perlu diperhatikan dalam manajemen kelas yang baik adalah sifat kelas,
pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan efektif dan kreatif.
Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Adapun kegiatan pengelolaan
fisik dan pengelolaan sosio- emosional merupakan bagian dalam pencapaian tujuan
pembelajaran dan belajar siswa.
Berhasilnya
manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor faktor
tersebut melekat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi
oleh faktor non fisik(sosio- emosional) yang melekat pada guru.
Lingkungan fisik
tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran.
Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung
meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif
terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Kondisi sosio-emosional dalam kelas akan
mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar,
kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya tujuan pengajaran. Kegiatan rutin
yang secara organisional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah
akan dapat mencegah masalah pengelolaan kelas.
3.2 saran
Demikian makalah yang kami susun. Semoga dengan makalah ini bisa menambahkan wawasan bagi kita semua. Makalah ini juga masih banyak kesalahan dan jauh dari kata sempurna, dengan adanya kritik dan saran dari para pembaca sangatlah kami harapkan untuk memperbaiki makalah ini. Kami juga meminta maaf apabila ada salah kata dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin
DAFTAR PUSTAKA
Sutikno
,M sobry, 2008, Manajemen Pendidikan
Langkah Praktis Mewujudkan Lembaga pendidikan yang unggul, Jakarta: Bumi
Aksara
Mudasir, 2011, Manajemen Kelas, Yogyakarta: Penerbit Zanafa Publishing
Mustakim, Zaenal. 2009. Strategi
& Metode Pembelajaran, Pekalongan: IAIN PERS.
Siswanto, H.B.. 2008, Pengantar Manajemen. Jakarta: PT Bumi
Aksara
Sutikno,
M. Sobry. 2008, Manajemen Pendidikan
Langkah Praktis Mewujudkan
Tim Dosen Administrasi Pendidikan
Universitas Pendidikan Indonesia, 2008,
manajemen pendidikan, Bandung: Penerbit Alfabeta,
Wiyani, Novan Ardy. 2013, Manajemen Kelas. Jogjakarta: AR-RUZZ
MEDIA
[1]
H.B. Siswanto, Pengantar Manajemen,
(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), h.2
[2] Tim dosen administrasi
pendidikan universitas pendidikan Indonesia,
manajemen pendidikan, (Bandung: penerbit Alfabeta, 2008) h. 114
[3]
Zaenal Mustakim, Strategi & Metode
Pembelajaran, ( Pekalongan: IAIN PRESS, 2009), h. 204-205.
[4] Tim dosen administrasi pendidikan
universitas pendidikan Indonesia,
manajemen pendidikan, (Bandung: penerbit Alfabeta, 2008), h. 114-115
[5] M. Sobry Sutikno, Manajemen Pendidikan Langkah Praktis
Mewujudkan Lembaga Pendidikan yang Unggul, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008),
h. 2
[6]
Novan Ardy Wiyani, Manajemen Kelas,
(Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA, 2013), h. 85-87
[7]
Mudasir, Manajemen Kelas (Yogyakarta: Penerbit Zanafa Publishing,
2011), h. 159
[8]
Ibid ., h. 168
terimakasih
BalasHapus