MAKALAH
PROSEDUR PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
Dosen Pengampuh:
Dr. Nicky Estu Putu Muchtar, S.Pd.I, M.Pd
Nama Kelompok:
M Dzulham Yusuf Al-Haidar
(012010130)
M Farhan Arrosyid
(012010133)
Tri Indah Permata
(012010118)
PROGAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 2022
KATA PENGANTAR
Dengan Menyebut Nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang Kami Panjatkan Puja Dan Puji Syukur Atas Kehadirat-Nya Yang Telah Melimpahkan Rahmat, Hidayah Dan InayahNya Kepada Kami, Sehingga Kami Telah Menyelesaikan Makalah Ini Berjudul “PROSEDUR PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
Keberhasilan Kita Dalam Penulisan Makalah Ini Tentunya Tidak Lepas Dari Berbagai Pihak. Untuk Itu Kami Menyampaikan Terima Kasih Kepada Semua Pihak Yang Telah Membantu Terselesaikanya Makalah Ini.
Kami Menyadari Bahwa Dalam Penulisan Makalah Ini Masih Jauh Dari Kesempurnaan Dan Masih Banyak Kekurangan Yang Perlu Diperbaiki, Untuk Itu Kami Mengharapkan Saran Agar Makalah Ini Dapat Bermanfaat Bagi Siapapun.
Lamongan, 15 Februari 2022
Penyusun
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI..................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................1
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN...............................................................3
Perencanaan Evaluasi Pembelajaran 3
Proses Pengelolaan Evaluasi Pembelajaran 4
Monitoring Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran 6
Proses Pengelolaan data 7
Pelaporan Dari Hasil Evaluasi Pembelajaran 8
Penggunaan Hasil Evaluasi 9
BAB III PENUTUP .................................................................. 11
Kesimpulan 11
Saran... 12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Suatu kegiatan evaluasi bisa dikatakan berhasil apabila evaluator telah mengikuti prosedur dalam melaksanakan evaluasi. Prosedur disini, dimaksudkan sebagai langkah-langkah pokok yang harus ditempuh dalam melakukan evaluasi. Tentu tidak dapat dipungkiri bahwa banyak pandangan berkaitan dengan prosedur kegiatan evaluasi ini, namun dalam hal ini penulis akan memaparkan prosedur evaluasi yang dikembangkan oleh Zaenal Arifin dalam bukunya yang berjudul Evaluasi Pembelajaran. Dalam buku tersebut, prosedur yang harus diikuti evaluator meliputi perencanaan evaluasi, monitoring pelaksanaan evaluasi, pengolahan data dan analisis, pelaporan hasil evaluasi, dan pemanfaatan hasil evaluasi.
Dalam kaitannya dengan evaluasi, guru adalah salah satu sosok evaluator yang mana nantinya sangat bertanggung jawab terhadap kegiatan evaluasi itu sendiri. Sebab guru merupakan orang yang melaksanakan proses pembelajaran, oleh sebab itu baik-buruknya evaluasi diantaranya juga tergantung pada proses evaluasi yang dilakukan.
Dengan demikian, sudah selayaknya evaluator ini mengikuti prosedur-prosedur yang telah digariskan. Mengikuti prosedur yang telah ditetapkan bisa dikatakan sebagai bentuk tanggung jawab seorang evaluator. Dengan mengikuti prosedur evaluasi yang baik, kegiatan evaluasi dapat dipertanggung jawabkan dan memiliki arti bagi semua pihak.
B. Rumusan Masalah
1.Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Evaluasi?
2.Bagaimana Proses Pengelolaan Evaluasi dalam Pembelajaran?
3.Bagaimana Cara Monitoring Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran?
4.Bagaimana Proses Pengelolaan Data?
5.Bagaimana Pelaporan dari Hasil Evaluasi pembelajaran?
6.Bagaimana Cara Penggunaan Hasil Evaluasi?
Tujuan
1.Untuk Memahami perencanaan evaluasi pembelajaran.
2.Memahami Proses pengelolaan evaluasi dalam pembelajaran.
3.Mampu memahami cara Monitoring Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran.
4.Untuk mengetahui proses pengelolaan data.
5.Mengetahui Pelaporan dari hasil evaluasi pembelajaran.
6.Dapat mengetahui Penggunaan Hasil Evaluasi.
BAB II
LANDASAN TEORI
Perencanaan Evaluasi Pembelajaran
Berkaitan dengan evaluasi pembelajaran, Zaenal Arifin menuliskan dalam bukunya Evaluasi Pembelajaran, dalam hal ini ia menjelaskan bahwa Dalam melaksanaan suatu kegiatan tentunya harus sesuai dengan apa yang direncanakan. Hal ini di maksudkan agar hasil yang diperoleh dapat lebih maksimal. Namun, banyak juga orang melaksanakan suatu kegiatan tanpa perencanaan yang jelas, sehingga hasilnya pun kurang maksimal oleh sebab itu, seorang evaluator harus dapat membuat perencanaan evaluasi dengan baik. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam kegiatan evaluasi adalah membuat perencanaan.
Hal ini serupa dengan penjelasan dan pengertian oleh Wina Sanjaya yang menjelaskan dalam bukunya yang berjudul “Perencanaan Dan Desan Sistem Pembelajaran” disebutkan bahwa Dalam melaksanaan suatu kegiatan tentunya harus sesuai dengan apa yang direncanakan. Hal ini di maksudkan agar hasil yang diperoleh dapat lebih maksimal. Namun, banyak juga orang melaksanakan suatu kegiatan tanpa perencanaan yang jelas sehingga hasilnya pun kurang maksimal oleh sebab itu, seorang evaluator harus dapat membuat perencanaan evaluasi dengan baik. Yang perlu dilakukan dalam kegiatan evaluasi adalah membuat perencanaan.
Sedangkan Evaluai Pembelajaran sendiri menurut Ramayulis dalam buku yang berjudul Ilmu pendidikan islam, bahwa Evaluasi pembelajaran adalah penilaian terhadap kompetensi yang sudah dicapai oleh peserta didik setelah mereka melakukan proses belajar mengajar. Evaluasi Pembelajaran sebagai tolak ukur keberhasilan proses belajar mengajar. Dalam buku Strategi Belajar Mengajar, Taufik menyebut indikator keberhasilan belajar mengajar adalah:
Daya serap terhadap materi yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individu maupun kelompok.
Perilaku yang digariskan oleh SK dan KD telah dicapai oleh peserta didik baik individu maupun klasikal.
Dalam bukunya yang berjudul Evaluasi Pembelajaran, Elis Ratnawati mengemukakan pendapatnya bahwa perencanaan evaluasi pembelajaran pada umumnya mencakup beberapa kegiatan diantaranya :
Analisis Kebutuhsn evaluasi pembelajaran
Menentukan Tujuan Penilaian
Mengidentifikasi Hasil Belajar
Menyusun kisi-kisi
Mengembangan draf instrument
Uji Coba dn Analisa Soal
Revisi dan merakit Soal (membuat instrument baru)
Pengelolaan Evaluasi Pembelajaran
Pengertian Pengelolaan Pembelajaran
Pengelolaan itu berakar dari kata kelola dan istilah lainnya yaitu manajemen yang artinya ketatalaksanaan, tata pimpinan. Maka disimpulkan pengelolaan itu adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan Atau proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan. Pengelolaan dalam pembelajaran diantaranya :
Pengelolaan siswa
Siswa merupakan produsen artinya siswa sendirilah yang mencari tahu pengetahuan yang dipelajarinya. Siswa dalam suatu kelas biasanya mermiliki kemampuan yang beragam, karenanya guru perlu mengatur kapan siswa bekerja perorangan, berpasangan, berkelompok, siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan sehingga ia dapat berkonsentrasi membantu yang kurang, dan kapan siswa dikelompokkan secara campuran sebagai kemampuan sehingga terjadi tutor sebaya. Guru dapat mengatur siswa berdasarkan situasi yang ada ketika prosses belajar mengajar berlangsung.
Pengelolaan Guru
Guru adalah orang yang bertugas membantu murid untuk mendapatkan pengetahuan sehingga ia dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Guru harus dapat menempatkan diri dan menciptakan suasana yang kondusif, karena fungsi guru disekolah sebagai bapak kedua yang bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak.
Pengelolaan Pembelajaran
Pengembangan pembelajaran pendidikan agama islam memerlukan model-model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan isi dan hasil yang diharapkan.
Pengelolaan Lingkungan Kelas
Iklim belajar yang kondusif merupakan tulang punggung dan faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Berkenaan dengan hal tersebut, sedikitnya terdapat tujuh hal yang harus diperhatikan yaitu; ruang belajar, pengaturan sarana belajar, susunan tempat duduk, penerangan, pemanasan sebelum masuk ke materi yang akan dipelajari (pembentukan kompetensi), dan bina suasana dalam pembelajaran.
Tujuan Pengelolaan
Tujuan umum pendidikan, yakni pembentukan manusia pancasila yang ditetapkan oleh pemerintah biasanya melalui undang-undang.
Tujuan institusional, yakni tujuan lembaga pendidikan berupa niat dan harapan siswa.
Tujuan kurikuler, yakni tujuan bidang studi atau mata pelajaran program-program pendidikan sesuai kurikulum lembaga pendidikan
Tujuan instruksional, yakni tujuan proses belajar dan mengajar yaitu tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan pendidikan sehari-hari.
Dengan demikian Uraian diatas dapat memiliki Fungsi-fungsi dalam pengelolaan pendidikan lahir baik,dari fungsi manajemen yaitu perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan agar suatu tujuan tercapai dengan efektif dan efisien.
Monitoring Evaluasi Pembelajaran
Monitoring Evaluasi Pembelajaran dilakukan untuk melihat apakah pelaksanaan evaluasi pembelajaran telah sesuai dengan perencanaan evaluasi yang telah ditetapkan atau belum. Tujuannya adalah untuk mencegah hal-hal yang negatife dan meningkat kan efesiensi pelaksanaan evaluasi. Monitoring mempunyai dua fungsi pokok. Pertama, untuk melihat relevansi pelaksanaan evaluasi dengan perencanaan evaluasi. Kedua, untuk melihat hal-hal apa yang terjadi selama pelaksanaan evaluasi.
Jika dalam pelaksanaan evaluasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka evaluator harus mencatat,melaporkan, dan menganalisis faktor-faktor penyebab nya. Dalam pelaksanaan penilaian hasil belajar sering terjadi peserta didik menyontek jawaban dari temannya, peserta didik mendapat bocoran jawaban soal, ada juga peserta didik yang tiba-tiba sakit ketika mengerjakan soal, dan sebagainya. Disinilah pentingnya monitoring pelaksanaan evaluasi.
Untuk melaksanakan monitoring, evaluator dapat menggunakan beberapa teknik, seperti observasi partisipatif, wawancara (bebas atau terstruktur), atau studi dokumentasi. Untuk itu, evaluator harus membuat perencanaan monitoring sehingga dapat dirumuskan tujuan, sasaran, data yang diperlukan, alat yang digunakan, dan pedoman analisis hasil monitoring. Data yang diperoleh dari hasil monitoring haru cepat dianalisis monitoring ini dapat dijadikan landasan dan acuan untuk memperbaiki pelaksanaan evaluasi selanjutnya dengan harapan akan lebih baik dari pada sebelumnya.
Pengelolaan Data
Dalam pengolahan data biasanya sering digunakan analisis statistik. Analisis statistik digunakan jika ada data kuantitatif, yaitu data-data yang berbentuk angka-angka, sedangkan untuk data kualitatif, yaitu data yang berbentuk kata-kata, tidak dapat diolah dengan statistik. Jika data kualitatif itu akan diolah dengan statistik, maka data tersebut harus diubah terlebih dahulu menjadi data kuantitatif (kuantifikasi data). Meskipun demikian, tidak semua data kualitatif dapat diubah menjadi data kuantitatif, sehingga tidak mungkin diolah dengan statistik. Menurut Zainal Arifin dalam buku yang berjudul evaluasi pembelajaran didalam mengolah data hasil tes, ada empat langkah pokok yang harus ditempuh.antara lain :
Menskor, yaitu memberi skor pada hasil tes yang dapat dicapai oleh peserta didik. Untuk memperoleh skor mentah diperlukan tiga jenis alat bantu, yaitu kunci jawaban, kunci scoring, dan pedoman konversi.
Mengubah skor mentah menjadi skor standart sesuai dengan norma tertentu.
Mengkonversikan skor standart kedalam nilai, baik dalam bentuk huruf ataupun angka.
Melakukan analisis soal (jika diperlukan) yang mana untuk mengetahui derajat validitas dan reliabilitas soal, tingkat kesukaran soal, dan daya pembeda.
Langkah Selanjutnya, bila semua jawaban siswa dalam suatu tes sudah diperiksa dan diberikan skor, maka kita akan memperoleh skor akhir untuk setiap siswa, yang mana Skor inilah yang disebut dengan skor mentah.
Jika data sudah diolah dengan aturan-aturan tertentu, langkah selanjutnya adalah menafsirkan data itu, sehingga memberikan makna. Langkah penafsiran data sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari pengolahan data itu sendiri, karena setelah mengolah data dengan sendirinya akan menafsirkan hasil pengolahan itu. Memberikan penafsiran maksudnya adalah membuat pernyataan mengenai hasil pengolahan data yang didasarkan atas kriteria tertentu yang disebut norma. Norma dapat ditetapkan terlebih dahulu secara rasional dan sistematis sebelum kegiatan evaluasi dilaksanakan, tetapi dapat pula dibuat berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh dalam melaksanakan evaluasi. Sebaliknya, bila penafsiran data itu tidak berdasarkan kriteria atau norma tertentu, maka ini termasuk kesalahan besar. Misalnya, seorang peserta didik naik kelas. Kenaikan kelas itu kadang-kadang tidak berdasarkan kriteria-kriteria yang disepakati, tetapi hanya berdasarkan pertimbangan pribadi dan kemanusiaan, maka keputusan ini termasuk keputusan yang tidak objektif dan merugikan semua pihak.
Pelaporan dari hasil evaluasi pembelajaran
Pelaporan hasil evaluasi harus diberikan kepada pihak yang berkepentingan, seperti wali murid, kepala sekolah, pengawas, dan pemerintah. Maksudanya, agar proses pembelajaran, termasuk proses dan hasil belajar yang dicapai peserta didik serta perkembangannya dapat diketahui oleh berbagai pihak, sehingga orang tua wali dapat menentukan sikap objektif terhadap perkembangannya.
Laporan hasil belajar peserta didik merupakan sarana komunikasi antara sekolah, peserta didik, dan orang tua dalam upaya mengembangkan dan menjaga hubungan kerja sama yang harmonis diantara mereka. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:
Konsisten dengan pelaksanaan penilaian di sekolah.
Memuat perincian hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan dikaitkan dengan penilain yang bermanfaat bagi pengembangan peserta didik.
Menjamin orang tua akan informasi permasalahan peserta didik dalam belajar.
Mengandung berbagai cara dan strategi komunikasi.
Memberikan informasi yang benar dan jelas.
Dikutip dalam Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No.3 Januari Juni 2020 diterangkan Bahwa Pelaporan hasil penilaian disajikan dalam bentuk profil hasil belajar peserta didik. Pada tahap pelaporan hasil penilaian, pendidik melakukan kegiatan sebagai berikut:
Menghitung/menetapkan nilai mata pelajaran dari berbagai macam penilaian (hasil ulangan harian, tugas-tugas, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester atau ulangan kenaikan kelas).
Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran dari setiap peserta didik pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan melalui wali kelas atau wakil bidang akademik dalam bentuk nilai prestasi belajar (meliputi aspek pengetahuan, praktik, dan sikap) disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi yang utuh.
Memberi masukan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik.
Pendidik yang menilai ujian praktik melaporkan hasil penilaiannya kepada pimpinan satuan pendidikan melalui wakil pimpinan bidang akademik (kurikulum).
Penggunaan Hasil Evaluasi
Tahap akhir dari prosedur evaluasi adalah penggunaan atau pemanfaatan hasil evaluasi. Salah satu penggunaannya adalah laporan. Laporan dimaksudkan untuk memberikan feedback kepada semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, hasil evaluasi dapat digunakan dalam membantu pemahaman peserta didik supaya menjadi lebih baik, dengan menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik kepada orang tua, dan membantu guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran.
Sehubungan dengan hal tersebut, Julian C. Stanley dalam Dimyati dan Mudjiono mengemukakan:apa yang harus dilakukan terhadap hasil evaluasi yang kita peroleh bergantung pada tujuan program. Evaluasi itu sendiri yang tentunya sudah dirumusakn sebelumnya. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dikemukakan beberapa jenis penggunaan hasil evaluasi sebagai berikut:
Untuk keperluan laporan pertanggung jawaban
Untuk keperluan seleksi
Untuk keperluan promosi
Untuk keperluan diagnosis
Untuk keprluan memprediksi masa depan peserta didik.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Evaluasi pembelajaran merupakan penilaian terhadap kompetensi yang sudah dicapai oleh peserta didik setelah mereka melakukan proses belajar mengajar
Proses Pengelolaan Evaluasi serupa dengan pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan Atau proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan.
Untuk melaksanakan monitoring, evaluator dapat menggunakan beberapa teknik, evaluator harus membuat perencanaan monitoring sehingga dapat dirumuskan tujuan, sasaran, data yang diperlukan, alat yang digunakan, dan pedoman analisis hasil monitoring.
Ada empat langkah pokok dalam mengolah hasil evaluasi, yaitu :
Menskor,Mengubah skor mentah menjadi skor standar,Mengkonversikan skor standar ke dalam nilai ,dan Melakukan analisis soal (jika diperlukan)
Pelaporan hasil evaluasi harus diberikan kepada pihak yang berkepentingan, seperti wali murid, kepala sekolah, pengawas, dan pemerintah. Dengan tujuan, agar proses pembelajaran, termasuk proses dan hasil belajar yang dicapai peserta didik serta perkembangannya dapat diketahui oleh berbagai pihak, sehingga orang tua wali dapat menentukan sikap objektif terhadap perkembangannya. Disamping itu laporan hasil belajar peserta didik juga merupakan sarana komunikasi antara sekolah, peserta didik, dan orang tua dalam upaya mengembangkan dan menjaga hubungan kerja sama yang harmonis diantara mereka.
Hasil evaluasi dapat digunakan untuk membantu pemahaman peserta didik supaya menjadi lebih baik, dengan cara menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik kepada orang tua, dan membantu guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran.Di samping itu Penggunaan Hasil Evaluasi Juga dapat digunakan Sebagai Berikut :
Untuk keperluan laporan pertanggung jawaban
Untuk keperluan seleksi
Untuk keperluan promosi
Untuk keperluan diagnosis
Untuk keprluan memprediksi masa depan peserta didik.
Saran
Demikianlah makalah yang dapat kami susun, kami berharap semoga makalah ini dapat menambah wwasan dan pengetahuan kita. Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, kritik dan saran yang membangun sangatlah kami harapkan untuk memperbaiki makalah ini. Mohon maaf apabila ada penulisan atau ulasan yang salah maupun kurang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Arifin, Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Dr.ElisRatnawulan,S.Si,M.I,Dr.H.A.Rusdiana,M.M. 2015. EvaluasiPembelajaran. Pengantar Prof.Dr.H.Sutaryat Trisnamansyah, Bandung: Pustaka Setia.
Laila Hamidah, Sawaluddin Siregar, Nuraini Nuraini, Kepribadian Guru Pendidikan Agama Islam Menurut Buya Hamka, Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan e-ISSN: 2548-8376 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Mudjijo. 1995. Tes Hasil Belajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Nana Sudiana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar,Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2005
Ramayulis. 2008. Ilmu pendidikan islam. Jakarta : Kalam Mulia.
Sawaluddin, Koy Sahbudin Harahap, Supardi Ritonga, Muhammad Ramli S Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No.3 Januari Juni 2020.
Taufik, 2010. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Inti Prima.
Wina Sanjaya, 2009. Perencanaan Dan Desan Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana.
0 komentar:
Posting Komentar