Rabu, 10 Maret 2021

Perpektif Pemikiran Azyumardi Azra - Pendidikan Islam Menurut Azyumardi Azra

MAKALAH

Perspektif Pemikiran Azyumardi Azra


Dosen Pembimbing:

Wahyuni Ahadiyah, S.Pd.I, M.Pd


Disusun oleh:

1) M. Dzhulham Yusuf Al Haidar (012010130)

2) Nurul Mustaqim Putri (012010151)

3) Wahyu Fifi Cahyani (012010145)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

2021

i


KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puja dan puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya.

Makalah yang berjudul PEMIKIRAN PERSPEKTIF AZUMARDY AZRA ini, kami

susun dan kami ajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Fiqih Ibadah dalam jurusan

Pendidikan Agam Islam yang saat ini kami jalani.

Kami mengucapkan terima kasih kepada kelompok kami yang berkontribusi dalam

penyusunan makalah ini. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan

makalah ini, segala kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami harapkan

demi penyempurnaan makalah kami di masa yang akan datang .

 Lamongan,11 Desember 2021

Penyusun

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………..i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………..ii

BAB 1 PENDAHULUAN ……………………………………………………………..1

A. Latar belakang …………………………………………………………………..…….1

B. Rumusan masalah ………………………………………………………………........1

C. Tujuan pembahasan ………………………………………………………………….1

BAB II PEMBAHASAN ………………………………..……………………………...2

A. Dasar-dasar pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra............................................2

B. Hakikat dan tujuan pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra.................................3

C. Konsep modernisasi pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra...............................4

BAB III PENUTUP ………………………………………………………………….…6

A. Kesimpulan …………………………………..……………………………………...6

B. Saran …………………………………………………………………………………6

DAFTAR PUSTAKA …………………………………….……………………………..7

1




BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Islam masuk di Indonesia tidak terlalu jauh dari zaman kelahiran Islam itu

sendiri. Sejak masuknya Islam di Indonesia tersebut, pendidikan di Indonesia

mengalami perkembangan. Karena dari pendidikan pula sosialisasi Islam dapat

dilaksanakan hingga hasilnya dapat dirasakan sampai sekarang.Pendidikan Islam

merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam secara keseluruhan.

Proses pendidikan Islam berusaha mencapai tiga tujuan, yaitu tujuan individu,

tujuan sosial dan tujuan profesional. Ketiga tujuan tersebut secara terpadu dan terarah

diusahakan agar tercapai dalam proses pendidikan Islam. Dengan tujuan tersebut pula,

jelas kemana pendidikan Islam diarahkan. Meskipun demikian, tujuan akhir

pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup seorang Muslim. Pendidikan Islam

itu hanya suatu sarana untuk mencapai tujuan hidup Muslim, bukan tujuan akhir.

Azyumardi juga menyumbang pemikirannya terhadap penyusunan pendidikan

Islam dalam perumusan hakikat dan tujuan pendidikan Islam serta dasar-dasar

pendidikan Islam. Dalam buku Tokoh-tokoh Pendidikan Islam di Indonesia karya

Abuddin Nata disebutkan bahwa Ayumardi Azra memiliki sejumlah pemikiran

tentang pendidikan islam yang bersifat konseptual dan strategis, diantaranya adalah

perlunya modernisasi pendidikan islam

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana dasar-dasar pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra?

2. Bagaimana hakikat dan tujuan pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra?

3. Bagaimana konsep modernisasi pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra?

C. Tujuan

1. Mengetahui Dasar-dasar pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra.

2. Mengetahui Hakikat dan tujuan pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra.

3. Mengetahui Konsep modernisasi pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra.

2

BAB II

PEMBAHASAN

A. Dasar-dasar Pendidikan Islam

Setiap usaha, kegiatan dan tindakan yang disengaja untuk mencapai suatu tujuan harus

mempunyai landasan atau dasar tempat berpijak yang kuat. Pendidikan Islam sebagai suatu

usaha untuk membentuk kepibadian manusia harus mempunyai landasan atau dasar. Dasar

yang digunakan dalam pendidikan Islam tersebut harus selaras dengan ajaran Islam itu

sendiri. Dasar tersebut tentunya telah diyakini kebenaran dan kekuatannya dalam

menghantarkan aktivitas pendidikan, dan telah teruji dari waktu ke waktu, adapun urgensi

penentuan dasar pendidikan Islam adalah untuk :

a) Mengarahkan tujuan pendidikan Islam yang ingin dicapai.

b) Membingkai seluruh kurikulum yang dilakukan dalam proses belajar mengajar,

yang di dalamnya termasuk materi, metode, media, sarana dan evaluasi.

c) Menjadi standard tolok ukur dalam evaluasi, apakah kegiatan pendidikan telah

tercapai dan sesuai dengan apa yang diinginkan atau belum.

Menurut Azyumardi Azra mengutip pendapat Sa‟id Ismail Ali, sebagaimana

dikutip pula oleh Hasan Langgulung dan Abdul Mujib sumber pendidikan Islam terdiri

atas enam macam, yaitu Al-Qur‟an, Sunnah, perkataan sahabat (madzhab shahabi),

kemaslahatn umat (maslahah al- mursalah), tradisi atau adat kebiasaan masyarakat, dan

hasil pemikiran ahli dalam Islam. Keenam dasar pendidikan tersebut berkedudukan

secara hierarkis dimulai dari

a. Al-Quran

b. Sunnah Nabi

c. Perkataan Sahabat

d. Kemaslahatan Masyarakat

e. Nilai dan Adat Istiadat Masyarakat

f. Hasil Pemikiran Islam

3


 Azyumardi Azra berpendapat bahwa Islam merupakan ajaran yang menyeluruh dan

terpadu. Ia mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik dalam urusan keduniaan maupun

hal yang menyangkut keakhiratan. Pendidikan adalah bagian yang tak terpisahkan dari ajaran

Islam secara keseluruhan. Oleh sebab itu, maka dasar pendidikan Islam harus inheren dengan

dasar-dasar ajaran Islam. Tipologi pemikiran Azyumardi yang membedakannya denga tokoh

lain adalah dari dasar-dasar pendidikan Islam tersebut, kemudian ia merumuskan karakteristik

pendidikan Islam yang membedakannya dengan pendidikan umum.


B. Hakikat dan Tujuan Pendidikan Islam

Pendidikan dalam arti sempit adalah sebagai bimbingan yang sadar oleh

seseorang (pendidik) kepada orang lain (peserta didik) agar ia menjadi orang yang lebih

baik. Sedangkan pendidikan dalam arti luas adalah pengembangan pribadi dalam semua

aspek yang mencakup pendidikan oleh diri sendiri, pendidikan oleh lingkungan dan

pendidikan oleh orang lain (guru). Seluruh aspek tersebut mencakup jasmani, akal, dan

hati.

Menurut John Dewey, pendidikan merupakan keharusan dalam kehidupan

manusia. Ini berarti bahwa pendidikan merupakan kebutuhan hakiki dalam kehidupan,

karena manusia tidak bisa hidup secara wajar tanpa pendidikan. Sedangkan menurut

Sikun Pribadi, Guru Besar IKIP Bandung berpendapat bahwa pendidikan tidak sama

dengan pengajaran. Menurutnya, mendidik dalam arti paedagogis tidak dapat

disamakan dengan pengajaran. Pengajaran menurut pendapatnya ialah suatu kegiatan

yang menyangkut pembinaan anak mengenai segi kognitif dan psikomotorik saja, yaitu

agar anak lebih banyak pengetahuannya, lebih cakap berpikir kritis, sistematis, objektif

dan terampil dalam mengerjakan sesuatu. Tujuan pengajaran lebih mudah ditentukan

daripada tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan menyangkut seluruh aspek kepribadian

manusia lebih sukar ditentukan.

Menurut Azyumardi Azra, perbedaan definisi mengenai pendidikan tersebut

bertemu dalam sebuah kesimpulan awal bahwa pendidikan merupakan suatu proses

penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan

hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Pendidikan lebih dari sekedar pengajaran.

Dimana pengajaran hanya sekedar transfer ilmu belaka, bukan transformasi nilai dan

pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Dengan demikian,

pengajaran lebih berorientasi pada pembentukan “tukang-tukang” atau para spesialis

yang terkurung dalam ruang yang sempit. pendidikan Islam berbeda dengan pendidikan

4


umum. Perbedaan tersebut semakin terlihat dari defenisi pendidikan umum, yakni

pemindahan nilai-nilai budaya dari suatu generasi kepada generasi berikutnya. Yang

perlu digarisbawahi adalah nilai-nilai yang dipindahakan. Dalam Islam, nilai-nilai

tersebut bersumber dari Al- Qur‟an, Sunnah dan Ijtihad. Nilai-nilai tersebut pula yang

dalam pendidikan Islam diusahakan untuk dipindahkan dari satu generasi kepada

generasi berikutnya. Sehingga dalam pendidikan Islam terdapat karakteristik tertentu

yang membedakannya dengan pendidikan umum. Azyumardi Azra berpendapat

karakteristik dalam pendidikan Islam adalah sebagai berikut,

a) Karakteristik pertama, penguasaan ilmu pengetahuan.

b) Pengembangan ilmu pengetahuan.

c) Penekanan pada nilai-nilai akhlak dalam penguasaan dan pengembangan ilmu

pengetahuan

d) Penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan hanya untuk pengabdian

kepada Allah dan kemaslahatan umum.

e) Penyesuaian pada perkembangan anak.

f) Pengembangan kepribadian

g) Penekanan amal shaleh dan tanggung jawab

 Terdapat tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan Islam. Terbentuknya

kepribadian utama berdasarkan nilai-nilai dan ukuran Islam merupakan salah satu dari

tujuan pendidikan Islam. Seperti pada pendidikan umum, pendidikan Islam memiliki

tujuan yang bersifat oprasional sehingga dapat dirumuskan secara bertahap dalam

mencapai tujuan akhir. Harun Nasution berpendapat tujuan pendidikan Islam terbagi

menjadi empat; (1) tujuan umum, (2) tujuan akhir, (3) tujuan sementara, (4) tujuan opersional.

C. Konsep Modernisasi Pendidikan Islam di Indonesia

Kata Modern dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai yang

terbaru, (se)cara terbaru, mutakhir. Kata modern berkaitan erat dengan kata modernisasi

yang berarti pembaruan, atau dalam bahasa Arab tajdid. Munculnya gagasan

modernisasi dalam pendidikan Islam dilatarbelakangi “modernisme” pemikiran dan

institusi Islam secara keseluruhan. Kerangka dasar yang berada di balik “modernisme”

pemikiran dan kelembagaan Islam merupakan prasyarat bagi kebangkitan kaum

muslimin di masa modern. Karena itu, pemikiran dan kelembagaan Islam (termasuk

pendidikan) harus dimodernisasi atau diperbarui, karena jika hanya mempertahankan

pemikiran dan kelembagaan Islam “tradisional” kaum muslimin tidak dapat berhadapan


5

dengan kemajuan dunia modern.

Modernisasi pendidikan merupakan suatu keharusan karena factor sosial budaya

masyarakat selalu mengalami perubahan, terutama disebabkan oleh perkembangan

teknologi dan informasi yang semakin cepat. Beberapa tokoh pemikir pendidikan

mengemukanakan beberapa masalah pendiidkan Islam yang menjadikaanya harus

dimodernisasi. Misal, Jamaluddin Al- Afghani menyebutkan bukanlah karena Islam

tidak sesuai dengan perubahan zaman dan kondisi baru. Namun karena umat Islam telah

meninggalkan ajaran-ajaran islam yang sebenarnya dan mengikuti ajaran- ajaran yang

berasal dari luar Islam. Sebab lain adalah umat Islam salah memahami hadist

bahwa umat islam akan mengalami kemunduran di akhir zaman.

Azyumardi mengemukakan gagasannya mengenai modernisasi pendidikan

Islam dan tantangan abad ke- 21 Dengan menggunakan pendekatan sejarah, ia

mengatakan bahwa modernisasi pendidikan Islam di Indonesia dapat dilakukan melalui

lembaga pendidikan Islam. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan menjadikan kajian

Islam sebagai disiplin kajian universitas, peningkatan sumber daya manusia, dan

pembentukan sekolah-sekolah unggul. Umat Islam hendaknya tidak lagi menjadikan

sains sebagai “Pseudo-Religion”, karena jelas maju atau mundurnya masyarakat di

masa kini dan mendatang banyak ditentukan penguasaan dan kemajuan sains. Dengan

demikian merupakan tantangan bagi masyarakat muslim dibagian manapun, termasuk

indonesia untuk mengembangkan sains dan teknologi. Namun, begitu banyak masalahmasalah yang dihadapi dalam pengembangan sains dan teknologi tersebut, khususnya

di Negara berkembang. Diantara masalah tersebut adalah sebagai berikut:

a) Lemahnya masyarakat ilmiah

b) Kurang integralnya kebijakan sains nasional

c) Tidak memadainya anggaran penelitian

d) Kurangnya kesadaran di kalangan sector ekonomi tentang pentingnya penelitian

ilmiah

e) Kurang memadainya fasilitas perpustakaan, dokumentasi dan pusat informasi

f) Isolasi ilmuwan

g) Birokrasi, Restriksi dan Kurangnya Insentif.

6



BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pendidikan Islam merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk

menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara efektif dan efisien.

Untuk membedakan pendidikan umum dan pendidikan Islam, dasar-dasar yang

digunakan dalam pendidikan Islam harus sesuai dengan ajaran Islam, dasar utama yang

digunakan dalam pendidikan Islam adalah Al-Qur’an, Sunnah dan Ijtihad. Al-Quran

merupakan sumber pokok yang di dalamnya mencakup seluruh pedoman hidup

Dapat dikembangkan dari ketiga dasar pokok pendidikan Islam menyesuaikan

dengan perkembangan zaman, maupun letak geografis negara penyelenggara

pendidikan Islam Sehinnga dari dasar-dasar tersebut dapat dirumuskan dalam

karakteristik yang akan membedakan pendidikan Islam dengan pendidikan umum. Dan

Modernisasi atau pembaruan merupakan prasyarat bagi kebangkitan kaum muslim di

era modern. Mustahil jika kaum muslim mampu bertahan di era modern jika masih

mempertahankan konsep tradisional. Satu-satunya jalan untuk me-modernisasi Islam

adalah melalui lembaga pendidikan, sebab lembaga pendidikan merupakan “jantung”

dari Islam itu sendiri.


SARAN

Penulis menyadari makalah diatas banyak sekali kesalahan dan jauh dari kata

sempurna. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman pada banyak

sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan

saran mengenai pembahasan makalah dalam kesimpulan di atas.

7

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, M. Amin. 2006. Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif

Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azra, Azyumardi. 1994. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad

XVII dan XVIII. Jakarta: Mizan.

Athiyah, Al-Abrasy, Muhammad. 1993. Dasar-dasar Pokok Pnedidikan Islam. Jakarta:

Bulan Bintang.

Masruroh, Ninik dan Umiarso. 2011. Modernisasi Pendidikan Islam Ala Azyumardi Azra.

Yogyajarta: Ar-Ruzz Media.

0 komentar:

Posting Komentar