MAKALAH
Perspektif Pemikiran Azyumardi Azra
Dosen Pembimbing:
Wahyuni Ahadiyah, S.Pd.I, M.Pd
Disusun oleh:
1) M. Dzhulham Yusuf Al Haidar (012010130)
2) Nurul Mustaqim Putri (012010151)
3) Wahyu Fifi Cahyani (012010145)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN
2021
i
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puja dan puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya.
Makalah yang berjudul PEMIKIRAN PERSPEKTIF AZUMARDY AZRA ini, kami
susun dan kami ajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Fiqih Ibadah dalam jurusan
Pendidikan Agam Islam yang saat ini kami jalani.
Kami mengucapkan terima kasih kepada kelompok kami yang berkontribusi dalam
penyusunan makalah ini. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan
makalah ini, segala kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami harapkan
demi penyempurnaan makalah kami di masa yang akan datang .
Lamongan,11 Desember 2021
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………..i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………..ii
BAB 1 PENDAHULUAN ……………………………………………………………..1
A. Latar belakang …………………………………………………………………..…….1
B. Rumusan masalah ………………………………………………………………........1
C. Tujuan pembahasan ………………………………………………………………….1
BAB II PEMBAHASAN ………………………………..……………………………...2
A. Dasar-dasar pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra............................................2
B. Hakikat dan tujuan pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra.................................3
C. Konsep modernisasi pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra...............................4
BAB III PENUTUP ………………………………………………………………….…6
A. Kesimpulan …………………………………..……………………………………...6
B. Saran …………………………………………………………………………………6
DAFTAR PUSTAKA …………………………………….……………………………..7
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Islam masuk di Indonesia tidak terlalu jauh dari zaman kelahiran Islam itu
sendiri. Sejak masuknya Islam di Indonesia tersebut, pendidikan di Indonesia
mengalami perkembangan. Karena dari pendidikan pula sosialisasi Islam dapat
dilaksanakan hingga hasilnya dapat dirasakan sampai sekarang.Pendidikan Islam
merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam secara keseluruhan.
Proses pendidikan Islam berusaha mencapai tiga tujuan, yaitu tujuan individu,
tujuan sosial dan tujuan profesional. Ketiga tujuan tersebut secara terpadu dan terarah
diusahakan agar tercapai dalam proses pendidikan Islam. Dengan tujuan tersebut pula,
jelas kemana pendidikan Islam diarahkan. Meskipun demikian, tujuan akhir
pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup seorang Muslim. Pendidikan Islam
itu hanya suatu sarana untuk mencapai tujuan hidup Muslim, bukan tujuan akhir.
Azyumardi juga menyumbang pemikirannya terhadap penyusunan pendidikan
Islam dalam perumusan hakikat dan tujuan pendidikan Islam serta dasar-dasar
pendidikan Islam. Dalam buku Tokoh-tokoh Pendidikan Islam di Indonesia karya
Abuddin Nata disebutkan bahwa Ayumardi Azra memiliki sejumlah pemikiran
tentang pendidikan islam yang bersifat konseptual dan strategis, diantaranya adalah
perlunya modernisasi pendidikan islam
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana dasar-dasar pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra?
2. Bagaimana hakikat dan tujuan pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra?
3. Bagaimana konsep modernisasi pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra?
C. Tujuan
1. Mengetahui Dasar-dasar pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra.
2. Mengetahui Hakikat dan tujuan pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra.
3. Mengetahui Konsep modernisasi pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Dasar-dasar Pendidikan Islam
Setiap usaha, kegiatan dan tindakan yang disengaja untuk mencapai suatu tujuan harus
mempunyai landasan atau dasar tempat berpijak yang kuat. Pendidikan Islam sebagai suatu
usaha untuk membentuk kepibadian manusia harus mempunyai landasan atau dasar. Dasar
yang digunakan dalam pendidikan Islam tersebut harus selaras dengan ajaran Islam itu
sendiri. Dasar tersebut tentunya telah diyakini kebenaran dan kekuatannya dalam
menghantarkan aktivitas pendidikan, dan telah teruji dari waktu ke waktu, adapun urgensi
penentuan dasar pendidikan Islam adalah untuk :
a) Mengarahkan tujuan pendidikan Islam yang ingin dicapai.
b) Membingkai seluruh kurikulum yang dilakukan dalam proses belajar mengajar,
yang di dalamnya termasuk materi, metode, media, sarana dan evaluasi.
c) Menjadi standard tolok ukur dalam evaluasi, apakah kegiatan pendidikan telah
tercapai dan sesuai dengan apa yang diinginkan atau belum.
Menurut Azyumardi Azra mengutip pendapat Sa‟id Ismail Ali, sebagaimana
dikutip pula oleh Hasan Langgulung dan Abdul Mujib sumber pendidikan Islam terdiri
atas enam macam, yaitu Al-Qur‟an, Sunnah, perkataan sahabat (madzhab shahabi),
kemaslahatn umat (maslahah al- mursalah), tradisi atau adat kebiasaan masyarakat, dan
hasil pemikiran ahli dalam Islam. Keenam dasar pendidikan tersebut berkedudukan
secara hierarkis dimulai dari
a. Al-Quran
b. Sunnah Nabi
c. Perkataan Sahabat
d. Kemaslahatan Masyarakat
e. Nilai dan Adat Istiadat Masyarakat
f. Hasil Pemikiran Islam
3
Azyumardi Azra berpendapat bahwa Islam merupakan ajaran yang menyeluruh dan
terpadu. Ia mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik dalam urusan keduniaan maupun
hal yang menyangkut keakhiratan. Pendidikan adalah bagian yang tak terpisahkan dari ajaran
Islam secara keseluruhan. Oleh sebab itu, maka dasar pendidikan Islam harus inheren dengan
dasar-dasar ajaran Islam. Tipologi pemikiran Azyumardi yang membedakannya denga tokoh
lain adalah dari dasar-dasar pendidikan Islam tersebut, kemudian ia merumuskan karakteristik
pendidikan Islam yang membedakannya dengan pendidikan umum.
B. Hakikat dan Tujuan Pendidikan Islam
Pendidikan dalam arti sempit adalah sebagai bimbingan yang sadar oleh
seseorang (pendidik) kepada orang lain (peserta didik) agar ia menjadi orang yang lebih
baik. Sedangkan pendidikan dalam arti luas adalah pengembangan pribadi dalam semua
aspek yang mencakup pendidikan oleh diri sendiri, pendidikan oleh lingkungan dan
pendidikan oleh orang lain (guru). Seluruh aspek tersebut mencakup jasmani, akal, dan
hati.
Menurut John Dewey, pendidikan merupakan keharusan dalam kehidupan
manusia. Ini berarti bahwa pendidikan merupakan kebutuhan hakiki dalam kehidupan,
karena manusia tidak bisa hidup secara wajar tanpa pendidikan. Sedangkan menurut
Sikun Pribadi, Guru Besar IKIP Bandung berpendapat bahwa pendidikan tidak sama
dengan pengajaran. Menurutnya, mendidik dalam arti paedagogis tidak dapat
disamakan dengan pengajaran. Pengajaran menurut pendapatnya ialah suatu kegiatan
yang menyangkut pembinaan anak mengenai segi kognitif dan psikomotorik saja, yaitu
agar anak lebih banyak pengetahuannya, lebih cakap berpikir kritis, sistematis, objektif
dan terampil dalam mengerjakan sesuatu. Tujuan pengajaran lebih mudah ditentukan
daripada tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan menyangkut seluruh aspek kepribadian
manusia lebih sukar ditentukan.
Menurut Azyumardi Azra, perbedaan definisi mengenai pendidikan tersebut
bertemu dalam sebuah kesimpulan awal bahwa pendidikan merupakan suatu proses
penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan
hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Pendidikan lebih dari sekedar pengajaran.
Dimana pengajaran hanya sekedar transfer ilmu belaka, bukan transformasi nilai dan
pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Dengan demikian,
pengajaran lebih berorientasi pada pembentukan “tukang-tukang” atau para spesialis
yang terkurung dalam ruang yang sempit. pendidikan Islam berbeda dengan pendidikan
4
umum. Perbedaan tersebut semakin terlihat dari defenisi pendidikan umum, yakni
pemindahan nilai-nilai budaya dari suatu generasi kepada generasi berikutnya. Yang
perlu digarisbawahi adalah nilai-nilai yang dipindahakan. Dalam Islam, nilai-nilai
tersebut bersumber dari Al- Qur‟an, Sunnah dan Ijtihad. Nilai-nilai tersebut pula yang
dalam pendidikan Islam diusahakan untuk dipindahkan dari satu generasi kepada
generasi berikutnya. Sehingga dalam pendidikan Islam terdapat karakteristik tertentu
yang membedakannya dengan pendidikan umum. Azyumardi Azra berpendapat
karakteristik dalam pendidikan Islam adalah sebagai berikut,
a) Karakteristik pertama, penguasaan ilmu pengetahuan.
b) Pengembangan ilmu pengetahuan.
c) Penekanan pada nilai-nilai akhlak dalam penguasaan dan pengembangan ilmu
pengetahuan
d) Penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan hanya untuk pengabdian
kepada Allah dan kemaslahatan umum.
e) Penyesuaian pada perkembangan anak.
f) Pengembangan kepribadian
g) Penekanan amal shaleh dan tanggung jawab
Terdapat tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan Islam. Terbentuknya
kepribadian utama berdasarkan nilai-nilai dan ukuran Islam merupakan salah satu dari
tujuan pendidikan Islam. Seperti pada pendidikan umum, pendidikan Islam memiliki
tujuan yang bersifat oprasional sehingga dapat dirumuskan secara bertahap dalam
mencapai tujuan akhir. Harun Nasution berpendapat tujuan pendidikan Islam terbagi
menjadi empat; (1) tujuan umum, (2) tujuan akhir, (3) tujuan sementara, (4) tujuan opersional.
C. Konsep Modernisasi Pendidikan Islam di Indonesia
Kata Modern dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai yang
terbaru, (se)cara terbaru, mutakhir. Kata modern berkaitan erat dengan kata modernisasi
yang berarti pembaruan, atau dalam bahasa Arab tajdid. Munculnya gagasan
modernisasi dalam pendidikan Islam dilatarbelakangi “modernisme” pemikiran dan
institusi Islam secara keseluruhan. Kerangka dasar yang berada di balik “modernisme”
pemikiran dan kelembagaan Islam merupakan prasyarat bagi kebangkitan kaum
muslimin di masa modern. Karena itu, pemikiran dan kelembagaan Islam (termasuk
pendidikan) harus dimodernisasi atau diperbarui, karena jika hanya mempertahankan
pemikiran dan kelembagaan Islam “tradisional” kaum muslimin tidak dapat berhadapan
5
dengan kemajuan dunia modern.
Modernisasi pendidikan merupakan suatu keharusan karena factor sosial budaya
masyarakat selalu mengalami perubahan, terutama disebabkan oleh perkembangan
teknologi dan informasi yang semakin cepat. Beberapa tokoh pemikir pendidikan
mengemukanakan beberapa masalah pendiidkan Islam yang menjadikaanya harus
dimodernisasi. Misal, Jamaluddin Al- Afghani menyebutkan bukanlah karena Islam
tidak sesuai dengan perubahan zaman dan kondisi baru. Namun karena umat Islam telah
meninggalkan ajaran-ajaran islam yang sebenarnya dan mengikuti ajaran- ajaran yang
berasal dari luar Islam. Sebab lain adalah umat Islam salah memahami hadist
bahwa umat islam akan mengalami kemunduran di akhir zaman.
Azyumardi mengemukakan gagasannya mengenai modernisasi pendidikan
Islam dan tantangan abad ke- 21 Dengan menggunakan pendekatan sejarah, ia
mengatakan bahwa modernisasi pendidikan Islam di Indonesia dapat dilakukan melalui
lembaga pendidikan Islam. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan menjadikan kajian
Islam sebagai disiplin kajian universitas, peningkatan sumber daya manusia, dan
pembentukan sekolah-sekolah unggul. Umat Islam hendaknya tidak lagi menjadikan
sains sebagai “Pseudo-Religion”, karena jelas maju atau mundurnya masyarakat di
masa kini dan mendatang banyak ditentukan penguasaan dan kemajuan sains. Dengan
demikian merupakan tantangan bagi masyarakat muslim dibagian manapun, termasuk
indonesia untuk mengembangkan sains dan teknologi. Namun, begitu banyak masalahmasalah yang dihadapi dalam pengembangan sains dan teknologi tersebut, khususnya
di Negara berkembang. Diantara masalah tersebut adalah sebagai berikut:
a) Lemahnya masyarakat ilmiah
b) Kurang integralnya kebijakan sains nasional
c) Tidak memadainya anggaran penelitian
d) Kurangnya kesadaran di kalangan sector ekonomi tentang pentingnya penelitian
ilmiah
e) Kurang memadainya fasilitas perpustakaan, dokumentasi dan pusat informasi
f) Isolasi ilmuwan
g) Birokrasi, Restriksi dan Kurangnya Insentif.
6
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pendidikan Islam merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk
menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara efektif dan efisien.
Untuk membedakan pendidikan umum dan pendidikan Islam, dasar-dasar yang
digunakan dalam pendidikan Islam harus sesuai dengan ajaran Islam, dasar utama yang
digunakan dalam pendidikan Islam adalah Al-Qur’an, Sunnah dan Ijtihad. Al-Quran
merupakan sumber pokok yang di dalamnya mencakup seluruh pedoman hidup
Dapat dikembangkan dari ketiga dasar pokok pendidikan Islam menyesuaikan
dengan perkembangan zaman, maupun letak geografis negara penyelenggara
pendidikan Islam Sehinnga dari dasar-dasar tersebut dapat dirumuskan dalam
karakteristik yang akan membedakan pendidikan Islam dengan pendidikan umum. Dan
Modernisasi atau pembaruan merupakan prasyarat bagi kebangkitan kaum muslim di
era modern. Mustahil jika kaum muslim mampu bertahan di era modern jika masih
mempertahankan konsep tradisional. Satu-satunya jalan untuk me-modernisasi Islam
adalah melalui lembaga pendidikan, sebab lembaga pendidikan merupakan “jantung”
dari Islam itu sendiri.
SARAN
Penulis menyadari makalah diatas banyak sekali kesalahan dan jauh dari kata
sempurna. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman pada banyak
sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan
saran mengenai pembahasan makalah dalam kesimpulan di atas.
7
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, M. Amin. 2006. Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif
Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azra, Azyumardi. 1994. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad
XVII dan XVIII. Jakarta: Mizan.
Athiyah, Al-Abrasy, Muhammad. 1993. Dasar-dasar Pokok Pnedidikan Islam. Jakarta:
Bulan Bintang.
Masruroh, Ninik dan Umiarso. 2011. Modernisasi Pendidikan Islam Ala Azyumardi Azra.
Yogyajarta: Ar-Ruzz Media.
0 komentar:
Posting Komentar